Kritik Perang Rusia-Ukraina, Penulis Novel Metro 2033 Terancam 10 Tahun Penjara

By | June 10, 2022

Metro 2033 dikenal sebagai game pasca-apokaliptik yang dimulai dengan novel karya Dmitry Glukhovsky. Memang, konsep cerita yang ia tulis terinspirasi dari konflik dunia nyata yang ia masukkan ke dalam karya sastranya. Maka tak heran jika penulis novel “Metro 2033” ini kerap mengkritisi konflik perang antara Rusia dan Ukraina. Sayangnya, hal ini justru menimbulkan masalah di pihak pemerintah Rusia, karena kritik tersebut dianggap sebagai kritik terhadap asosiasi militer Rusia.

Gara-gara kritiknya, Glukhovsky kini mendapat ancaman kriminal dari pemerintah Rusia. Tidak main-main, hukuman yang dijatuhkan adalah 10 tahun penjara. Penulis kemudian mengakui perbuatannya melalui akun sosialnya dan kini masuk dalam daftar tersangka atau buronan.”

Penulis novel Metro 2033 mengkritik perang Rusia-Ukraina yang terancam oleh hukum pidana

Melalui akun Instagram-nya, Dmitry Glukhovsky mengunggah video permusuhan dan pidato Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam keterangannya, Glukhovsky menulis: Hentikan perang! Ketahuilah bahwa perang ini mempengaruhi semua negara di dunia, hentikan perang segera!”.

Menurut situs web Radio Free Europe, penulisnya sekarang masuk dalam daftar orang yang dicari pemerintah Rusia. Untuk kritik terhadap bahaya Federasi Rusia yang akan datang, ia dijatuhi hukuman hingga sepuluh tahun penjara. Tuntutan itu tertuang dalam dekrit kritik perang yang dikeluarkan pemerintah Rusia beberapa waktu lalu.

Semua Glukhovsky sama bahwa dia tidak menyesali kritik yang dia unggah. Melalui postingannya di Telegram, penulis mengaku akan terus memperjuangkan protes terhadap perang antara Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri kontak.

Dampak Konflik Rusia-Ukraina pada Industri Video Game

Perang yang sedang berlangsung tentunya berimbas pada sejumlah industri di seluruh dunia, salah satunya tidak terlepas dari industri video game. Diketahui bahwa Rusia dan Ukraina memiliki banyak perusahaan pengembang video game terkenal. Beberapa contohnya adalah seri game Metro, STALKER, Escape From Tarkov, War Thunder dan masih banyak lagi.

Sayangnya, situasi konflik saat ini membawa dampak negatif bagi perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut. Banyak pengembang telah pindah dari zona konflik. Hingga ia terpaksa menghentikan proses pengembangan game yang sedang berlangsung. Salah satunya seperti pengembang GSC Game World, dimana proses pembuatan STALKER 2: Heart of Chernobyl harus dihentikan sementara untuk menghindari konflik. Untungnya, pembangunan dikatakan telah dilanjutkan sekarang.

Di sisi lain, banyak developer dan publisher game lain yang justru memberikan bantuan dan donasi kepada para korban perang di Ukraina. Epic Games, CD Projekt Red, Ubisoft dan berbagai perusahaan game dikabarkan berhasil menyalurkan donasi senilai total hingga 3 miliar rupiah kepada para korban di zona konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.